Sebelum Bersatu

Sudah berjam-jam kita bicara perihal tidak ada. Tak mungkin hujan turun jika tak suka tanah. Dia rela menjatuhkan diri dari tingginya harga diri ke dasar hati. Lalu kita sama-sama tak mengerti mengapa hujan saat itu berhenti. Sudah berapa kali kau menertawakan rindu, tanyaku. Kau sendiri malu pada pintu kamarmu, dia paham betul tentang gelisah yang …

Sajak untuk Seorang yang Hatinya Sedang Tumbuh Gigi Bungsu

Kau adalah sekumpulan nomor-nomor pada halaman buku favoritku. Mimpi yang belum sempat aku tuntaskan, terlanjur hilang oleh dengkuran bulan sabit merah jambu. Kado natal yang belum aku terima– lebih tepatnya belum pernah aku buka. Seorang anak kecil merengek meminta kado kepada ibunya dan aku terpaksa melempar senyum kepada anak yang garis matanya persis milikmu. Sebaris …

Puisi

Bagaimana kau tidak benci puisi Nalarmu dikaburkan oleh sebaris huruf Dibuat ragu demi mencari arti dibalik tinta Satu kata saja nalurimu tak hentinya bereaksi Persetan dengan empunya Kau tau puisi ini untukmu Untukmu yang sedang jatuh hati, atau yang sedang dilanda sepi Bagaimana kau tidak cinta puisi

Love

“So…” I started to talk. I paused for five seconds, she hmm-ed at the delay. “This isn’t going anywhere, right?” That was not supposed to be a question, whether she answered or not, I already knew what she would say. I knew sooner or later it would happen. “I don’t know.” She looked at the …

Perihal Waktu

​Kemarin, aku menghadap masa depanmu, berharap mewarnai sedikit demi sedikit kertas putihmu, merangkul dingin tuturmu, berdoa agar aku mampu membuatmu tersipu, meski palsu. Disitu aku tak pernah mau pergi, merangkai bunga penuh kasih agar setidaknya tamanmu tak kembali layu. Aku tak pernah sanggup melihatmu menangis sendiri, walaupun dalam hati, sebab langit pernah bercerita padaku tentang …